inspirasi dan motivasi islam

Memuat...

Sabtu, 16 Maret 2013

Sholat Dhuha dan Asmaul Husna Penarik Rezeki


Kita sudah malum bila sholat dhuha identik dengan sholat sunnah memohon rezeki. Selain sholat dhuha masih banyak amalan-amalan penarik rezeki seperti sedekah, silaturahmi, istighfar dan asmaul husna. Pada posting kali ini kita akan dalami amalan asmaul husna khususnya yang berkaitan dengan rezeki.


Allah memiliki 99 nama yang indah atau lebih terkenal dengan sebutan Al-Asma-ul-Husna. Nama-nama tersebut merupakan cerminan dari perilaku Allah terhadap umatnya. Karena itu, jika nama-nama tersebut kita sebut sebagai suatu permohonan, niscaya akan mempunyai pengaruh yang sangat besar.

Anjuran untuk berdoa menggunakan Asmaul Husna telah tercermin dalam firman Allah: “Hanya milik Allah Asma-Ul Husna, maka berdoalah kepadaNya dengan menyebut Asma-Ul Husna, dan tinggalkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Surat Al-A’rof Ayat 180).

Berikut ini saya sertakan beberapa amalan Asma-Ul Husna yang berguna untuk membuka pintu rejeki kita. AL WAHHAABU Artinya: Dzat yang maha memberi, yaitu memberikan segalanya terhadap kebutuhan makhlukNya, tanpa diminta sebelumnya Allah sudah menyediakannya. Keutamaannya: – Bisa menjauhkan dari kesempitan rejeki – Bisa mendatangkan kemudahan. Cara mengamalkan: Barang siapa membaca “YAA WAHHAAB” sebanyak 23 kali berturut-turut sebagai amalan rutin setiap selesai sholat fardlu atau setelah sholat Hajat 2 raka’at sebanyak 800 kali, maka baginya akan dijauhkan dari kesempitan rejeki dan diberikan kemudahan dalam segala urusannya.

AR ROZZAAQU Artinya: Dzat yang maha memberi rejeki, yaitu memberi rejeki untuk semua makhlukNya untuk kebutuhan hidupnya. Dan Dia pula yang menentukan banyak dan sedikitnya rejeki yang akan diberikan pada hamba-hambaNya. Keutamaannya: – Bisa memudahkan jalan rejeki – Bisa memberikan keberuntungan Cara mengamalkan: Barang siapa membaca “YAA ROZZAAQ” sebanyak-banyaknya setiap hari seteah sholat fardlu, maka ia akan dijauhkan dari kesempitan rejeki dan usahanya selalu mendapat keuntungan yang berlimpah-limpah.

AL BAASITHU Artinya: Dzat yang maha melapangkan rejeki, yaitu memberikan kelapangan rejeki kepada hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, sehingga banyak orang bodoh dapat hidup kaya-raya, sebaliknya orang yang cerdik, pandai hidupnya miskin. Nah, demikian itulah yang dinamakan “sudah menjadi suratan takdirNya”. Keutamaan: – Bisa memajukan usaha dalam perniagaan – Bisa memberikan keuntungan Cara mengamalkan: Barang siapa membaca “YAA BAASITH” sebanyak-banyaknya sebagai amalan yang rutin setelah sholat fardlu atau setelah sholat hajat membaca 300 kali, maka akan dijamin usahanya dalam bidang perniagaan mendapat kemajuan yang pesat dan selalu memperoleh keuntungan.

AL JALIILU Artnya: Dzat yang maha sempurna, yaitu Dia tidak mempunyai cacat dan kekurangan apapun sebagaimana yang dialami makhukNya. Jadi kesempurnaan Allah itu meliputi segala-galanya. Keutamaan: – Bisa mempercepat kemajuan perdagangan – Bisa menjauhkan dari kesulitan hidup Cara mengamalkan: Barang siapa membaca “YAA JALIIL” sebanyak 99 kali, sebagai amalan rutin setiap hari setelah sholat tahajjud, maka bila dia seorang pedagang akan cepat maju, bila seorang pegawai akan segera naik pangkat dan bila seorang petani akan panen yang melimpah seta dijauhkan dari kesulitan hidup.

AL QOYYUUMU Artinya: Dzat yang maha berdiri sendiri, yaitu tidak berhajat kepada siapapun juga didalam mengatur dan mengurus makhlukNya. Keutamaan: – Bisa melancarkan jelannya rejeki – Bisa dicintai dan disegani semua orang Cara mengamalkan: Barang siapa membaca “YAA QOYYUUM” sebanyak 80 kali sebagai amalan rutin setiap hari setelah sholat fardlu, maka baginya akan diberi jalan kelancaran rejeki dan juga dicintai serta disegani oleh banyak orang.

AL AAKHIRU Artinya: Dzat yang maha akhir, yaitu Dia tidak ada masa berakhirnya sebagaimana yang dialami hamba-hambaNya. keutamaanya: – Bisa memudahkan rejeki – Bisa menjauhkan dari segala macam kesulitan hidup Cara mengamalkan: Barang siapa membaca “YAA AAKHIR” sebanyak 200 kali sebagai amalan rutin setiap hari setelah sholat tahajjud, maka akan dimudahkan jalan rejekinya serta bisa menjauhkan dari segala macam kesulitan hidup.

AL QHONIYYU Artinya: Dzat yang maha kaya, yaitu Dia yang sangat kaya raya di atas segala-galanya, sehingga kekayaanNya dapat mencukupi kebutuhan hamba-hambaNya. Keutamaannya: – Bisa memberikan kecukupan dalam kehidupan – Dapat anugerah keberkahan rejeki yang didapat Cara mengamalkan: Barang siapa membaca “YAA GHONIYYU” sebanyak 400 kali sebagai amalan rutin setiap hari setelah sholat fardlu, maka baginya akan diberi kecukupan didalam kehidupannya dan setiap rejeki yang diperoleh akan membawa keberkahan.

AL MUGHNIY Artinya: Dzat yang maha memberi kekayaan, yaitu semua kekayaan yang dimiliki oleh manusia itu adalah merupakan pemberian dari Allah SWT, tetapi kebayakan manusianya sendiri yang tidak menyadari, sehingga ia menjadi pelit ketika dianjurkan untuk membelanjakan hartanya di jalan Allah. Keutamaannya: – Bisa memudahkan apa yang dicita-citakan – Bisa memperlancar jalannya rejeki Cara mengamalkan: Barang siapa membaca “YAA MUGHNIY” sebanyak 200 kali sebagai amalan yang rutin setiap hari setelah sholat fardlu, atau dibaca pada tengah malam setelah sholat Hajat, maka jalan rejekinya akan diberi kelancaran dan apa yang menjadi cita-citanya akan mudah terlaksana.

Kesungguhan dalam mengamalkan Asma-Ul Husna merupakan syarat yang mutlak diterimanya suatu permohonan, selain itu dibutuhkan juga keyakinan dan kesabaran yang penuh. Waktu terbaik untuk mengamalkan Asma-Ul Husna adalah tengah malam. Saat sebagian besar manusia telah tidur terlelap, merupakan waktu terbaik dan mustajab untuk memohon kepada Allah SWT. Semoga bermanfaat.

Tags: sholat dhuha, shalat dhuha, asmaul husna, amalan asmaul husna, penarik rezeki, rizki, sedekah, silaturahmi, ibadah, amalan sunnah, yang Maha Kaya.

"Sepucuk Surat Dari Ayah"


Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini, surat seorang ayah kepada seorang buah hatinya.

Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.

Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.

Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan di hadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan-Nya, hingga saat usia senja ini.

Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua.

Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata:"TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hak kumenuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.

Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata di hadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.

Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu di kagumi orang lain, tapi agar engkau di kagumi dan di cintai Allah.

Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Allah. Agar perjalananmu mendekati-Nya tak lagi terlalu sulit.

Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggeng-gam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan ruhaniah yang sebenarnya.

Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Allah tak kenal letih dan berhenti, Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kata ku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.

Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan, dan kudapati jarakku amat jauh dari-Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Allah. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya. Dari ayah yang senantiasa merindukanmu

Jumat, 15 Maret 2013

Temukan Harta Karun dalam diri Kita



Banyak orang yang tidak tahu potensi dirinya. Tidak tahu apa saja kelebihan yang dimilikinya. Coba saja tanya diri kita sendiri atau orang-orang terdekat kita. Apa sih kelebihan diri kamu? Apa yah…Bingung jawabnya. Tapi kalo ditanya apa kekurangan atau kelemahan diri, banyak orang yang dengan cepat bisa menjawab. Kurang ganteng, miskin, gak pinter, dan sebagainya.
Sebagian orang beranggapan kita kan gak mau sombong jadi nggak mau membanggakan diri dengan menyebut-nyebut apa yang kita bisa. Sombong itu emang gak boleh tapi tahu potensi diri itu harus. Bukan untuk disombongkan tapi untuk dikembangkan. Potensi diri yang terus tumbuh dan berkembang akan menjadi modal kesuksesan. Anda mau sukses kan? Cari tahu cara mengetahui potensi diri di bawah ini:
1. Bidang apa saja yang kita senangi. Sesuatu yang penuh gairah dan semangat kita lakukan. Tanpa harus diminta atau disuruh. Anda akan melakukannya secara sukarela tanpa dibayar, bahkan anda mau mengeluarkan uang untuk apa yang anda lakukan. Inilah yang disebut dengan hobi. Seseorang yang punya hobi tertentu akan melakukannya dengan sepenuh hati. Misalnya orang yang hobi memelihara tanaman, dia rajin menyiram dan merawat tanaman setiap hari. Dia rela mengeluarkan uang berapapun untuk membeli tanaman, pupuk, alat-alat dan semacamnya. Hobi bisa membawa kebahagiaan dan juga penghasilan. If we do what we love, then money will follow.
2. Bertanya kepada orang terdekat. Orang yang paling tahu diri anda adalah orang terdekat. Bisa orang tua, kakak-adik, saudara, keluarga, atau teman. Merekalah yang tahu tentang diri anda dari kecil sampai dewasa. Jadi mereka tahu apa potensi diri anda. Terkadang kita tidak menyadari potensi yang kita miliki, perlu orang lain untuk membantu menyadarkan.
3. Mencoba hal-hal baru. Begitu banyak yang bisa kita lakukan di dunia ini. Wawasan, pergaulan dan keberanian yang terbataslah yang menghambat kita untuk melakukannya. Kita bisa mencoba hal-hal baru yang belum pernah kita lakukan. Tentu saja yang kita lakukan tidak boleh melanggar hukum yah. Dengan mencoba banyak hal, mungkin kita akan menemukan potensi diri yang selama ini tersembunyi.
4. Banyak membaca, melihat dan merasakan. Dengan begitu akan banyak informasi dan pengetahuan yang bertambah. Bacaan dan tontonan yang kita sukai itu bisa jadi adalah sebuah potensi. Jika anda suka membaca perkembangan dunia komputer, internet dan semacamnya. Anda bisa menjadi ahlinya, asalkan terus konsisten untuk menambah pengetahuan.
Potensi diri itu harus digali, sama seperti minyak bumi. Tidak ada minyak yang berada di atas tanah. Kita harus mencari lokasi yang tepat untuk menggali minyak. Kedalamannya pun tidak selalu sama. Ada yang cepat ditemukan, ada juga yang perlu menggali lama karena minyaknya ada jauh di kedalaman.
Tidak ada manusia yang lahir ke dunia langsung menjadi ahli di bidang tertentu. Semua harus diraih dengan proses. Jika anda sudah tahu potensi diri anda, itulah modal kesuksesan. Jika anda bisa mengembangkan potensi anda menjadi prestasi, kesuksesan sudah menanti.

Kalo sudah tahu potensi diri, ayo kita kembangkan agar hidup lebih berarti. Kesuksesan pun akan mudah dicari.
Cara mengembangkan potensi bisa dilakukan dengan berbagai cara yaitu;
1. Pelajari bidang yang anda sukai. Galilah ilmu dan pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang bidang apapun yang anda senangi. Jika perlu belajar secara formal. Misalnya anda suka olahraga dan tidak terlalu suka pelajaran eksakta. Lebih baik memilih jurusan olahraga ketika kuliah daripada memaksakan kuliah di jurusan yang anda tidak minati. Bisa juga belajar secara non formal melalui kursus atau pelatihan. Minimal belajar sendiri secara otodidak melalui buku, internet dan semacamnya. Dengan belajar, potensi diri yang sudah anda miliki akan berkembang menjadi keahlian.
2. Bergaul dengan komunitas yang memiliki minat sama. Kalo ingin menjadi penulis yang lebih baik, bergabunglah dengan komunitas penulis. Dengan berkumpul, kita bisa saling mangasah kemampuan. Bisa berbagi cerita, tips, dan saling memotivasi diri. Informasi dan perkembangan terkini pun akan mudah diketahui. Peluang untuk tampil dan menunjukkan kemampuan diri akan terbuka menanti.
3. Berani tampilkan potensi. Jika didiamkan potensi akan mati. Tampilkan potensi yang anda miliki sejak dini. Kalo anda senang menulis, tampilkan tulisan anda. Jangan setelah nulis, dibaca sendiri, abis itu disimpan di laci. Cobalah buat blog sebagai sarana mengekspresikan diri. Kirim tulisan anda ke koran atau majalah. Bahkan kalo bisa bikin buku karya sendiri. Ikutin lomba menulis dari kelas lokal sampai nasional. Lakukan secara bertahap, pelan tapi pasti. Tulisan anda akan lebih baik dari hari ke hari jika anda terus menulis dan berani berbagi dengan yang orang lain.
Kalo kita sudah belajar, bergaul dan berani menampilkan potensi maka potensi kita akan terus tumbuh dan berkembang. Potensi ini bisa jadi akan menjadi bekal kesuksesan kita hari ini dan esok hari. Apa potensi anda? ayo kembangkan sekarang juga…

MUTIARA NASEHAT




Imam Hasan Al Bashri Rahimahullah, seorang ulama terkemuka dari kalangan tabi’in, beliau berkata:
Aku tahu rezekiku tak mungkin diambil orang lain, karenanya hatiku tenang..
Aku tahu amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku untuk beramal..
Aku tahu ALLAH selalu melihatku, karenanya aku malu bila ALLAH mendapatiku melakukan maksiat..
Aku tahu kematian menantiku, maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa dengan TUHAN ku..
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan mengamalkannya,ALLAHumma Aamiin..
Mari terus berbagi KEBAIKAN..


DOA SEEKOR SEMUT


 Siang itu Nabi Sulaiman a.s sedang berpatroli menyusuri kerajaannya yang sedang mengalami musim kemarau berkepanjangan. Sudah berbulan bulan para petani mengalami gagal panen. Sumur sumur sebagai sumber air sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari sehari untuk minum, memasak dan untuk membersihkan badan. Hewan hewan ternak sudah tinggal kulit dan tulang dan kalaupun dipotong maka sudah tidak bisa didapatkan daging sebagai bahan makanan. Anak anak kecil pada lari bertelanjang karena bahan baku kapas untuk membuat pakaian sudah sulit didapatkan.

Nabi Sulaiman a.s. mulai didatangi oleh ummatnya untuk dimintai pertolongan dan memintanya memohon kepada Allah s.w.t. agar menurunkan hujan untuk membasahi kebun-kebun,sawah sawah, sungai-sungai dan sumur sumur mereka. Maka kemudian Nabi Sulaiaman a.s mengeluarkan perintah untuk semua rakyatnya yang terdiri dari bangsa jin dan manusia untuk berkumpul di lapangan yang terletak ditengah kota untuk berdo’a memohon kepada Allah s.w.t. agar musim kering segera berakhir dan hujan segera turun.

Keesokan pagi harinya lapangan besar yang terletak ditengah kota telah dipenuhi oleh rakyat Nabi Sulaiman a.s, mereka sudah siap bermunajat dibawah pimpinan Nabi Sulaiman a.s untuk segera memohon kepada Allah agar musim paceklik bisa segera berakhir. Sesampainya Nabi Sulaiman a.s. di hadapan rakyatnya dia melihat seekor semut kecil berada di atas sebuah batu. Semut itu dalam keadaan hampir sekarat karena haus dan menahan lapar. Nabi Sulaiman a.s. kemudian mendengar sang semut mulai berdoa memohon kepada Allah s.w.t. Zat yang menunaikan segala hajat seluruh makhluk-Nya. “Ya Allah pemilik segala kekayaan, aku berhajat sepenuhnya kepada-Mu, Aku berhajat akan air-Mu, tanpa air-Mu ya Allah aku akan kehausan dan kami semua kekeringan. Ya Allah aku berhajat sepenuhnya pada-Mu akan air-Mu, kabulkanlah permohonanku”, demikian do’a sang semut kepada Allah s.w.t. Mendengar doa si semut maka Nabi Sulaiman a.s.kemudian segera memerintahkan rakyatnya untuk kembali pulang ke rumah masing masing dan berkata kepada rombongan kerajaan “Kita segera pulang, sebentar lagi Allah s.w.t. akan menurunkan hujan-Nya kepada kalian. Allah s.w.t. telah mengabulkan permohonan seekor semut”. Kemudian Nabi Sulaiman dan rombongannya pulang kembali ke kerajaan.

Dilain hari saat Nabi Sulaiman a.s. sedang berjalan-jalan mengecek keadaan rakyatnya Ia melihat seekor semut sedang berjalan sambil mengangkat sebutir buah kurma. Nabi Sulaiman a.s terus mengikutinya dan kemudian beliau memanggil si semut dan menanyainya: “Hai semut kecil untuk apa kurma yang kau bawa itu?. Si semut menjawab,” Ini adalah kurma yang Allah s.w.t. berikan kepada ku sebagai makananku selama satu tahun.” Nabi Sulaiman a.s. kemudian mengambil sebuah botol lalu ia berkata kepada si semut, “Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini, dan aku telah membagi dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya padamu sebagai makananmu selama satu tahun. Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu”. Si semut taat pada perintah Nabi Sulaiman a.s.. Setahun telah berlalu. Nabi Sulaiman a.s. datang melihat keadaan si semut. Ia melihat kurma yang diberikan kepada si semut itu tidak banyak berkurang. Nabi Sulaiman a.s. bertanya kepada si semut, “Hai semut mengapa engkau tidak menghabiskan kurmamu?”. Si semut menjawab “Wahai Nabiyullah, aku selama ini hanya menghisap air nya dan aku banyak berpuasa. Selama ini Allah s.w.t. yang memberikan kepadaku sebutir kurma setiap tahunnya, akan tetapi kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi karana engkau bukan Allah Pemberi Rizki (Ar-Rozak), jawab si semut. “

Allah khaliq, Allah malik, Allah Raziq…Allah yang menciptakan, Allah yang memelihara, Allah yang memberi rezeki. Allah yang Kuasa,makhluk tak kuasa, Allah yang menciptakan suasana dan keadaan dan Allah maha berkehendak.

HUKUM BERDOA PADA WAKTU SUJUD DENGAN BAHASA SENDIRI




Rasulullah saw. menganjurkan kepada kita agar bersungguh sungguh berdoa dan sering berdoa pada waktu sujud. Rasulullah saw. bersabda:

“Keadaan hamba yang paling dekat dari Allah ialah di saat ia sujud, maka perbanyakalah berdoa padanya”. H.r. Ahmad, Muslim, Abu Daud dan An-Nasai

“.Adapun pada waktu sujud, hendaklah kamu bersungguh-sungguh berdoa, sungguh sangat besar harapan akan diijabah untuk kamu” . H.r. Ahmad, Muslim, Abu Daud dan An-Nasai
Pada waktu sujud, di samping membaca bacaan yang sudah biasa, kita dianjurkan berdoa pada sujud yang mana saja. Tidak boleh menetapkan berdoa mesti pada sujud yang terakhir saja kecuali jika ada dalil yang menjelaskannya.

Adapun isi doanya disesuaikan dengan kebutuhan orang yang berdoa, artinya bisa dengan bahasa sendiri. Sedangkan berdoa pada waktu sujud dengan bahasa sendiri di dalam shalat tidak termasuk kepada “kalamun nasi” yang dilarang yaitu berbicara atau mengajak bicara kepada manusia yang tidak kaitannya dengan shalat.

Seperti pernah terjadi di jaman Rasulullah saw. ada orang Arab kampung turut shalat bermakmum kepada Rasulullah saw. dan dia berdoa dengan suara nyaring. Isi doanya ialah,’Semoga Allah memberi rahmat kepada saya dan kepada Nabi Muhammad, dan janganlah Engkau memberikan rahmat itu kepada yang lain”.Doa itu didengar oleh Rasulullah saw, dan beliau tidak menyalahkan dari hal berdoanya dengan bahasa sendiri, tapi beliau hanya menegur isi doanya, sebab menyempitkan rahmat Allah yang luas, yaitu memohon agar orang lain tidak diberi rahmat. Adapun hadisnya sebagai berikut:

Dari Abu Hurairah, ia berkata,”Rasulullah saw. berdiri dalam shalat dan kami pun berdiri bersama beliau. Kemudian berkata seorang Arab badui yang sedang shalat “Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhamad dan janganlah Engkau memberi rahmat kepada seorang pun bersama kami”. Ketika Rasulullah saw. Salam, beliau bersabda,’Sungguh kamu telah mempersempit rahmat Allah yang sangat luas”. H.r. Ahmad, Al-Bukhari, Abu Daud dan An-Nasai
Omongan/Berbicara yang Dilarang dalam Shalat

Pada permulaan Islam, orang yang sedang shalat tidak dilarang bercakap-cakap dengan temannya, begitu juga menjawab salam seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw., dan ada pula sahabat yang mengucapkan “yarhamukalloh” dalam shalat karena ada bersin. Kemudian semuanya itu dihapus, tidak diberlakukan lagi bahkan dilarang. Perhatikanlah hadis-hadis di bawah ini:
Berbicara/Bercakap-cakap dalam Shalat

Dari Zaid bin Arqam, ia berkata,”Kami pernah berbincang-bincang di belakang Rasulullah saw.dalam shalat. Ada seseorang di antara kami mengajak bicara kepada orang yang berada di sampingnya hingga turun ayat “Peliharalah shalat-shalat itu dengan tetap dan juga shalat wustha, dan berdiri karena Allah dengan khusyu’”. Kemudian kami diperintah untuk diam dan dilarang berbicara”. H.r. Al-Bukhari, Muslim dan Abu Daud

Menjawab Salam dalam Shalat

Dari Abdullah, ia berkata,”Kami pernah mengucapkan salam kepada Nabi saw. yang sedang shalat, lalu beliau menjawab kepada kami. Ketika kami kembali dari An-Najasyi (Raja Habsyah), kami mengucapkan salam lagi kepada beliau tetapi beliau tidak menjawabnya. Lalu kami bertanya,’Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami pernah salam kepada engkau lalu engkau menjawabnya? Beliau menjawab,’Sesungguhnya di dalam shalat itu sibuk’”. H.r. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim

Di dalam riwayat Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai “Ketika Rasulullah saw. selesai shalatnya beliau bersabda,’Sesungguhnya Allah hendak mengubah urusan-Nya apa yang dikehendaki-Nya, dan sesungguhnya Allah telah mengubah urunsan-Nya, yaitu kalian jangan berbincang-bincang di dalam shalat hingga menjawab salam kepadaku”.

Keterangan: Hukum menjawab salam dengan ucapan wa'alaikum salam sudah dihapus dan tidak boleh dilakukan lagi. Adapun mengucapkan salam kepada yang sedang shalat tidak dihapus alias masih boleh dilakukan, adapun cara menjawabnya cukup berisyarat dengan tangannya, yang insya Allah akan dibahas pada edisi berikutnya.

Menjawab Bersin

Dari Mu’awiyah bin Al-Hakam As-Sulami, ia berkata,’Ketika aku salat bersama Rasulullah saw. tiba-tiba ada seseorang yang bersin, lalu aku mengucapkan “Yarhamukalloh”, Kemudian orang-orang melihatku dengan pandangan mereka’. Aku bertanya,’Mengapa kalian memperhatikan aku seperti itu’? lalu mereka memukul paha mereka dengan tangan mereka. Ketika aku tau bahwa mereka menyuruh aku diam, maka aku pun diam. Ketika Rasulullah saw. selesai shalat, (aku berkata),’Demi bapak dan ibuku, aku tidak pernah melihat guru sebelum dan sesudahnya yang lebih baik dari Nabi cara mengajarnya. Demi Allah, beliau tidak membentakku, tidak memukulku dan tidak mencelaku. Beliau bersabda, ’Sesungguhnya shalat ini tidak boleh di dalam dicampuri oleh omongan manusia sedikit pun, karena sesungguhnya shalat itu hanya tasbih, takbir dan membaca Alquran”. H.r. Ahmad, Muslim, Abu Daud dan An-Nasai

Dengan keterangan-keterangan di atas kita dapat memahami, bahwa yang dimaksud dengan “kalamun nasi”/omongan manusia yang dilarang dalam shalat itu bukan berdoa kepada Allah, tapi omongan yang dihadapkan kepada orang, seperti mengajak berbicara, menjawab bersin dan menjawab salam.

Adapun apabila dalam salat ada sesuatu yang terasa sangat perlu diperingatkan, seperti memperingatkan imam yang lupa atau keliru, memperingatkan orang buta yang hampir jatuh atau memberi perhatian kepada orang yang sedang masak karena api dikhawatirkan akan membakar rumah, maka agama telah memberi satu aturan dan ketentuan, yaitu bagi laki-laki mengucapkan “subhanallah” dan bagi perempuan “menepuk tangan”.

Wallohu A'lamu bish Shawaab

Kamis, 14 Maret 2013

Kembangkan Potensi Diri


Bicaralah Dengan Bahasa Hati (CINTA)
Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati kita.
Kesuksesan
bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak kita, namun
juga betapa lembut hati kita dalam menjalani segala sesuatunya.
Kita tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan kita yang kuat.
Atau,
membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Kita harus
mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam
dada kita.
*********************************************************************
Berlayarlah Menuju Pantai Harapan
Kita adalah perahu kokoh yang sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik, dengan layar gagah menentang angin.
Kesejatian
kita adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai dan menemukan
pantai harapan. Sehebat apapun perahu diciptakan, tak ada gunanya bila
hanya tertambat di dermaga.
Dermaga adalah masa lalu kitaa. Tali
penambat itu adalah ketakutan dan penyesalan kita. Jangan buang percuma
seluruh daya kekuatan yang dianugerahkan pada kita.
Jangan biarkan masa lalu menambat kita di situ. Lepaskan diri kita dari ketakutan dan penyesalan. Berlayarlah. Bekerjalah.
Yang
memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang
dan batu karang. Yang memisahkan kita dengan keberhasilan adalah masalah
yang menantang. Di situlah tanda kesejatian teruji.
*********************************************************************
Marilah Bersyukur Pada Apa Saja
Kita wajib mensyukuri apa pun yang menimpa kita. Ini bukan masalah
keberuntungan. Bersyukur menuntun kita untuk senantiasa menyingkirkan
sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa kita tidak
realistis.
Namun, sebenarnya sikap kita jauh lebih realistis,
yaitu membebaskan diri kita dari kecemasan atas kesalahan. Bersyukur
mendorong kita untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tak ada yang
meringankan hidup kita selain sikap bersyukur.
Semakin banyak
kita bersyukur semakin banyak kita menerima. Semakin banyak kita
mengingkari, semakin berat beban yang kita jejalkan pada diri kita.
Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya.
Sedikit
sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena, kita
takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah.
*********************************************************************
Berkacalah Pada Diri Sendiri
Ketika dua cermin saling berhadapan, akan muncul pantulan yang tak
terhingga. Begitulah bila kita mau bercermin pada diri kita sendiri.
Kita akan menemukan bayangan yang terhingga.
Bayangan itu adalah
kemampuan kita yang luar biasa; ketakterbatasan yang memberi kekuatan
untuk menembus batas rintangan diri. Berkacalah pada diri sendiri, maka
kita akan menemukan kekuatan.
Singkirkan cermin diri orang lain.
Karena di sana kita hanya akan melihat kekurangan dan kelemahan kita
dibanding orang lain. Lebih buruk lagi, kita hanya akan menemukan
ketidakpuasan diri.
Dan ini akan menjerumuskan kita kedalam
jurang kekecewaan. Kita bukan orang lain. Kita adalah kita yangmemiliki
jalan keberhasilan sendiri.
*********************************************************************
Berhentilah Mengkritik Mulailah Menolong
Kita akan memiliki lebih banyak “waktu” dengan tidak mengkritik. Setiap
orang memahami sesuai dengan prasangkanya. Dan mereka berhak
mempertahankan pendiriannya.
Jadi untuk apa membebani diri kita
dengan mengkritik apa yang terjadi pada diri orang lain. Kita tak selalu
memahami segala sesuatu yang orang lain perbuat.
Mungkin saja
kita tidak melihat sesuatu yang dilihat orang lain. Namun, keterbatasan
pikiran kita mengaburkannya sehingga seolah kita yang melihat sesuatu
yang tak dilihat orang lain.
Bila perahu kita bocor di tengah
lautan. Kritik kita pada si pembuat perahu tidak akan menolong kita dari
ketenggelaman. Kita harus menambal lubang itu atau terjun ke air untuk
berenang. Ini akan menolong kita sendiri.
Semua tindakan kita
merupakan tabungan bagi diri kita sendiri, yang akan kita tarik kelak.
Dan seburuk-buruknya simpanan adalah kecaman. Sedangkan pertolongan
selalu memberikan bunga yang terbaik.